Jumat, 29 April 2016

Tugas2.1 Pengantar Web Science - Web Science(Lapan) Kelebihan dan Kekurangannya

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian Indonesia yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penelitian dan pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya. Empat bidang utama LAPAN yakni penginderaan jauh, teknologi dirgantara, sains antariksa, dan kebijakan dirgantara.

Sejarah Lapan?

Pada 31 Mei 1962, atas arahan Presiden RI Soekarno, dibentuk Panitia Austronautika oleh Perdana Menteri Ir. H. Juanda (selaku Ketua Dewan Penerbangan RI) dan R.J. Salatun (selaku Sekretaris Dewan Penerbangan RI). Untuk mendukung langkah tersebut, pada 22 September 1962 dibentuklah Proyek Roket Ilmiah dan Militer Awal (PRIMA) afiliasi AURI dan Institut Teknologi Bandung. Proyek PRIMA berhasil membuat dan meluncurkan dua roket seri Kartika berikut telemetrinya pada tahun 1964.
Pada 27 November 1963, dibentuklah Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 236 Tahun 1963 tentang LAPAN, untuk melembagakan penyelenggaraan program-program pembangunan kedirgantaraan nasional. Dalam hal penyempurnaan organisasi LAPAN, telah dikeluarkan beberapa Keppres, dengan yang terkini yakni Keppres Nomor 9 Tahun 2004 tentang Lembaga Non-Kementerian.

Tugas yang di lakukan oleh Lapan?

-Pengembangan Teknologi Dirgantara

Teknologi yang saat ini sedang dikembangkan LAPAN meliputi roket pendorong 'Sonda', satelit, pesawat Transpor, pesawat pengamat tak berawak (LAPAN Surveillance UAV), dan LAPAN Surveillance Aircraft (LSA).

Roket Pendorong Sonda

Disebut sebagai RX (Roket eXperimental), dipersiapkan untuk peluncuran satelit secara mandiri pada tahun 2014 dan pengembangan Satelite Launch Vehicle (SLV) yang ditargetkan LAPAN dapat rampung pada tahun 2024.[3] Semua Roket RX diujicobakan di Pangkalan Ujicoba Roket Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.
  • RX-100
Spesifikasi RX-100 meliputi diameter roket sebesar 110 mm, bobot 30 kg, panjang roket 1900mm, dan memiliki propelan tipe padat. RX-100 diperkirakan dapan mencapai kecepatan maksimum 1.7 mach, menempuh jarak 11 Km, dan mencapai tinggi 7 Km. RX-100 telah berhasil diujicobakan oleh TNI Angkatan Darat dengan PT Pindad pada 31 Maret 2009, dengan menggunakan panser Pindad dan menempuh jarak 24 Km.[4]
  • RX-250
RX-250 sudah diujicobakan berkala sejak tahun 1987 hingga 2005.[4]
  • RX-320
RX-320 memiliki diameter roket sebesar 320 mm. RX-320 telah berhasil diujicobakan pada 30 Mei dan 2 Juli 2008.[4]
  • RX-420
RX-420 memiliki spesifikasi antara lain diameter roket sebesar 420 mm, beban saat terbang 1000 Kg, panjang roket 6200 mm, dan memiliki propelan tipe padat. RX-420 membutuhkan waktu 13 detik untuk pengapian roket dan diprediksikan dapat terbang selama 205 detik. Roket ini juga diprediksikan mampu mencapai kecepatan maksimum 4.5 mach, dapat menempuh jarak 101 Km, dan mencapai tinggi 53 Km. RX-420 berhasil diujicobakan pada 2 Juli 2009, dengan menggunakan bahan baku dalam negeri.[4]
  • RX-520
  • RX-550
RX-550 memiliki spesifikasi yakni diameter roket sebesar 550 mm, berbobot 3 ton, dan memiliki panjang 6000 mm. RX-550 diprediksikan dapat terbang hingga ketinggian 100 Km dan jangkauan 300 Km.[4] RX-550 telah melalui uji statis pada tahun 2012 dan direncanakan akan diujicobakan pada pertengahan 2013.[5]

Satelit

Proyek pengembangan satelit yang dilaksanakan oleh LAPAN dimulai sejak tahun 2000. Satelit yang dibuat oleh LAPAN digunakan untuk pengambilan citra bumi, mitigasi bencana, komunikasi radio, dan pengaturan lalu lintas laut.[6]
  • Indonesian Nano Satelite (INASAT-1)

  • Bagan Satelit INASAT-1
INASAT-1 merupakan satelit berbentuk Nano Hexagonal, yang dibuat dan didesain sendiri oleh Indonesia untuk pertama kalinya. INASAT-1 merupakan satelit metodologi penginderaan untuk memotret cuaca buatan LAPAN. Proyek ini dimulai pada tahun 2000 bekerjasama dengan Dirgantara Indonesia (PTDI). INASAT-1 sukses diluncurkan pada tahun 2006.
  • LAPAN - Technische Universität Berlin Satellite (LAPAN-TUBSAT / LAPAN A-1)
Proyek LAPAN-TUBSAT dilaksanakan LAPAN atas kerjasama dengan Universitas Teknik Berlin (TUB) untuk mempelajari basis pembuatan satelit dari Berlin. Pembuatan satelit ini juga dilakukan sepenuhnya di Jerman,[7] karena LAPAN belum memiliki peralatan yang memadai dan masih mempelajari cara pembuatan satelit. Dengan dimensi 45x45x27 cm3, misi satelit ini adalah pengamatan citra bumi dari ketinggian (Video Surveillance).[6]
  • Satelit LAPAN A-2 / LAPAN-ORARI

FUNGSI
Dalam mengemban tugas pokok di atas LAPAN menyelenggarakan fungsi-fungsi :

·         Pengkajian dan penyusunan kebijaksanaan nasional di bidang penelitian dan Pengembangan kedirgantaraan dan pemanfaatannya.
·         Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas LAPAN.
·         Pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang kedirgantaraan dan pemanfaatannya.
·         Penyelenggaraaan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
Kelebihan :
·         Banyak informasi tentang penerbangan dan antariksa Nasional
·         Menambah pengetahuan
·         Selalu memberikan informasi yang terupdate
·         Didalam website terdapat kontak jika kita ingin menanyakan sesuatu
·         Tampilan website yang simple tapi membuat nyaman untuk membacanya

Kekurangan :
·         Tidak terdapat kolom commentar untuk setiap artikel yang ada.
·         Banyaknya template yang digunakkan membuat website terlihat penuh
·         Posisi template yang kurang strategis
·         Tidak terdapat artikel video yang dapat membantu pengunjung lebih paham untuk mencari informasi
·         Background website terlihat biasa saja.

Kesimpulan :

Website lapan adalah suatu website Science yang bergerak dalam bidang pengembangan teknologi yang berhubungan dengan antariksa yang akan terus berkembang dalam bidang nya
Dan Lapan adalah  Pemerintah yang sangaat penting agar negara kita tidak tertinggal dalam bidang antariksa dan teknolgi Lapan juga sering mengadakan riset.Lapan lembaga pemerintah yang Non kementrian yang akan mengembangkan teknologi.


Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_Penerbangan_dan_Antariksa_Nasional
http://sabadus.blogspot.co.id/2014/11/menganalisa-situswebsite.html
www.lapan.go.id

0 komentar:

Posting Komentar